Unified Modeling Language Banyaknya alat bantu yang dapat digunakan dalam analisis dan desain berorientasi obyek menyebabkan munculnya ketidakjelasan alat bantu apa yang paling unggul. Para pengguna harus memilih diantara bahasa pemodelan dan alat bantu pemodelan yang beragam. Untuk mengatasi masalah tersebut maka Object Management Group (OMG) kemudian mengeluarkan UML, dimana dengan adanya UML ini diharapkan dapat mengurangi kekacauan dalam bahasa pemodelan yang selama ini terjadi dalam lingkugan industri perangkat lunak (Suhendar, 2002).
UML merupakan gabungan dari Booch, OMT, OOSE dengan membuang elemen-elemen yang tidak praktis, ditambah dengan elemen-elemen lain yang lebih efektif dan elemen-elemen baru yang belum ada pada metode terdahulu, sehingga UML lebih ekspresif dan seragam daripada metode lainnya (Suhendar, 2002).
Menurut Suhendar (2002) untuk membuat suatu model, UML memiliki diagram grafis sebagai berikut:
1. Class Diagram
Class adalah dekripsi kelompok obyek-obyek dengan property, perilaku (operasi) dan relasi yang sama. Sehingga dengan adanya class diagram dapat memberikan pandangan global atas sebuah system. Hal tersebut tercermin dari class- class yang ada dan relasinya satu dengan yang lainnya. Sebuah sistem biasanya mempunyai beberapa class diagram. Class diagram sangat membantu dalam visualisasi struktur kelas dari suatu system.
2. Use case Diagram
Use Case Diagram menggambarkan sebuah fungsionalitas yang diharapkan dari sebuah sistem dan bagaimana sistem berinteraksi dengan dunia luar. Yang ditekankan dalam Use Case Diagram adalah ”apa” yang diperbuat sistem, dan bukan “bagaimana” sistem itu melakukannya.
Sebuah Use Case mempresentasikan sebuah interaksi antara actor dengan sistem. Use Case Diagram juga menjelaskan manfaat sistem jika dilihat menurut pandangan orang yang berada diluar sistem (actor). Use Case merupakan sebuah pekerjaan tertentu, misalnya login ke sistem, meng - create sebuah daftar daftar belanja dan sebagainya.
3 Activity Diagram
Diagram aktivitas adalah diagram flowchart yang disempurnakan. Diagram aktivitas menggambarkan operasi pada suatu Obyek atau proses pada sebuah organisasi. Kelebihan diagram aktivitas dibandingkan dengan diagram flowchart adalah adanya dukungan konkurensi (pelaksanaan aktivitas secara bersamaan), pengiriman pesan dan swimlane (pelaku/penanggung jawab aktivitas).
Diagram aktivitas sangat berguna ketika kita ingin menggambarkan perilaku paralel atau menjelaskan bagaimana perilaku dalam berbagai use case berinteraksi.
Diagram aktivitas diawali dengan lingkaran hitam, dan diakhiri dengan lingkaran hitam bertepi putih. Aktivitas digambarkan dengan kotak persegi panjang bersudut lengkung. Setiap aktivitas dihubungkan dengan panah dari awal hingga akhir diagram aktivitas.
Sama halnya dengan diagram flowchart, diagram aktivitas pun memiliki simbol yang sama untuk menggambarkan keputusan. Keputusan digambarkan dengan intan, namun deskripsi kondisi yang menyertai keputusan diletakkan diluar simbol intan. Diagram aktivitas dapat menggambarkan konkurensi, yaitu satu atau lebih aktivitas yang berjalan secara bersamaan. Konkurensi diawali dengan sebuah garis tebal horizontal yang menjadi tempat keluarnya garis aktivitas. Konkurensi juga diakhiri dengan garis tebal horizontal. Diagram aktivitas adalah sebagaimana pada
4. Sequence Diagram
Diagram interaksi menggambarkan interaksi antar Obyek dalam sebuah urutan waktu. Nama asli diagram interaksi dalam UML adalah sequence diagram, namun diterjemahkan sebagai diagram interaksi agar lebih tepat.
Diagram interaksi dapat digunakan untuk memperjelas setiap use case. Sebuah use case dapat melibatkan lebih dari satu Obyek, dan interaksi antar Obyek akan mudah diamati dengan diagram interaksi. Contoh diagram interaksi ditunjukkan pada Gambar dibawah ini
5. Collaboration diagram
Diagram kolaborasi merupakan sebuah cara alternatif dalam menggambarkan interaksi antar obyek. Tipe diagram ini menekankan pada hubungan (relatinship) antar obyek, sedangkan sequence diagram lebih menekankan pada urutan kejadian.
Dalam satu diagram kolaborasi terdapat beberapa obyek, link, dan message. Diagram kolaborasi digunakan sebagai alat untuk menggambarkan interaksi yang mengungkapkan keputusan mengenai perilaku sistem.
6. Deployment diagram
Deployment Diagram adalah diagram yang menggambarkan detail bagaimana komponen di-sebar (di-deploy) kedalam infrastruktur sistem, dimana komponen akan terletak (pada mesin, node, server atau piranti keras apa), bagaimana kemampuan jaringan pada lokasi tersebut, spesifikasi server, dan hal-hal lain yang bersifat fisikal. Sebuah note adalah (bisa berupa) sebuah server, workstation, atau piranti keras lain yang digunakan untuk menyebarkan (men-deploy) komponen sistem dalam lingkungan sebenarnya.
Setelah membahas Component diagram, kini saatnya kita masuk ke deployment diagram yang jika diartikan dalam bahasa Indonesia berarti diagram pendistribusian. Berarti bagaimana caranya kita mempermudah user bila ingin menggunakan sistem yang kita buat, bagian apa dan dimana kita pasang, apakah ada server khusus baik server database maupun web server? Diagram yang satu ini masih masuk dalam kategori statis.
Apa hubungan deployment diagram dini dengan diagram-diagram yang lain? Begini ceritanya, Obyek sejenis dikumpulkan dalam satu class, class-class dalam satu bidang kerja, katakanlah satu transaksi (penjualan, pembelian dan lain-lain) dikelompokkan dalam satu package (paket) kemudian package-package itu dikelompokkan dalam satu component agar lebih memiliki dependency sehingga component yang rusak atau harus direvisi tinggal dicopot tanpa mengganggu kerja component lainnya.
Jika sistem yang kita buat harus didistribusikan dalam tiga sistem misalnya: database diletakkan di komputer khusus, demikian pula dengan server web dengan client lainnya maka deployment diagram akan sangat membantu dalam menjelaskan sistem yang kita buat kepada para stakeholder. Ngomong-ngomong ... stakeholder apaan ya? Dalam literatur analisa dan disain sistem, stakeholder diartikan sebagai pihak-pihak yang berkepentingan dengan sistem yang kita buat dari pemilik perusahaan, analis sistem, programmer hingga user pengguna sistem. Model dan diagram UML yang kita buat ditujukan kepada mereka.
Apa hubungan deployment diagram dini dengan diagram-diagram yang lain? Begini ceritanya, Obyek sejenis dikumpulkan dalam satu class, class-class dalam satu bidang kerja, katakanlah satu transaksi (penjualan, pembelian dan lain-lain) dikelompokkan dalam satu package (paket) kemudian package-package itu dikelompokkan dalam satu component agar lebih memiliki dependency sehingga component yang rusak atau harus direvisi tinggal dicopot tanpa mengganggu kerja component lainnya.
Jika sistem yang kita buat harus didistribusikan dalam tiga sistem misalnya: database diletakkan di komputer khusus, demikian pula dengan server web dengan client lainnya maka deployment diagram akan sangat membantu dalam menjelaskan sistem yang kita buat kepada para stakeholder. Ngomong-ngomong ... stakeholder apaan ya? Dalam literatur analisa dan disain sistem, stakeholder diartikan sebagai pihak-pihak yang berkepentingan dengan sistem yang kita buat dari pemilik perusahaan, analis sistem, programmer hingga user pengguna sistem. Model dan diagram UML yang kita buat ditujukan kepada mereka.
Diagram deployment menggambarkan bagaimana konfigurasi perangkat keras dimana sistem akan diinstalasikan. Diagram ini memberi simbol untuk segala bentuk perangkat keras, seperti: komputer, printer, router, hub, jaringan, dan sebagainya.
Diagram deployment menunjukkan tata-letak perangkat keras secara fisik, dan komponen yang terdapat didalamnya. Diagram ini menunjukkan secara lengkap arsitektur dari sistem dan perangkat kerasnya. Diagram ini akan memperjelas pengguna bagaimana hasil akhir dari sistem yang dikembangkan, dan mempermudah teknisi dalam pemeliharaan sistem.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar